KITA BUTUH PEMIKIRAN YANG CERDAS

Saat berdebat tentang sesuatu, tidak akan terjadi titik temu saat masing-masing mengeluarkan dalil-dalil milik golongannya sendiri-sendiri. Kita perlu memberikan pemikiran yang masuk logika semua orang. Misalnya ketika kita lempar statemen:
“ ADA HABIB PALSU DI INDONESIA “

Logika yang cerdas, HABIB YANG ASLI AKAN DIAM SAJA (karena tahu memang begitu kenyataannya) dan HABIB PALSU PASTI MARAH .

Artinya, bahwa sesuatu yang memang secara inheren asli dan murni dalam dirinya sendiri, tidak perlu pengakuan dari orang. Karena eksistensinya memang asli begitu itu ibaratnya ia sudah kaya dengan sendirinya, sehingga ia tidak perlu mengemis-ngemis legitimasi dari orang lain. Sementara habib palsu justru sebaliknya karena eksistensinya yang palsu, maka ibaratnya ia itu orang miskin, sehingga ia pun perlu mengemis-ngemis kalau perlu dengan memanipulasi pengakuan dari orang lain. Ini artinya eksistensi soal kehabibannya masih bergantung pada orang lain. Kebergantungan ini ditandai oleh sikap marahnya ketika mendengar ada habib palsu.