KITA BUTUH PEMIKIRAN YANG CERDAS
Saat berdebat tentang sesuatu, tidak akan terjadi titik temu saat masing-masing mengeluarkan dalil-dalil milik golongannya sendiri-sendiri. Kita perlu memberikan pemikiran yang masuk logika semua orang. Misalnya ketika kita lempar statemen:
“ ADA HABIB PALSU DI INDONESIA “
Logika yang cerdas, HABIB YANG ASLI AKAN DIAM SAJA (karena tahu memang begitu kenyataannya) dan HABIB PALSU PASTI MARAH .
Artinya, bahwa sesuatu yang memang secara inheren asli dan murni dalam dirinya sendiri, tidak perlu pengakuan dari orang. Karena eksistensinya memang asli begitu itu ibaratnya ia sudah kaya dengan sendirinya, sehingga ia tidak perlu mengemis-ngemis legitimasi dari orang lain. Sementara habib palsu justru sebaliknya karena eksistensinya yang palsu, maka ibaratnya ia itu orang miskin, sehingga ia pun perlu mengemis-ngemis kalau perlu dengan memanipulasi pengakuan dari orang lain. Ini artinya eksistensi soal kehabibannya masih bergantung pada orang lain. Kebergantungan ini ditandai oleh sikap marahnya ketika mendengar ada habib palsu.


bener banget. . .. . . .
siapa habib palusnya mas?
tulisan anda mencerminkan bahwa anda seperti seorang akademisi ….nice share
pemikiran yg sngt super
sip!
menurut mas Dhani, bagamana kita menyikapi FPI?
maaf kalo pertanyaannya mungkin melenceng dari topik.kwkwkwk
jujur, banyak kesamaan dalam pemikiran saya dengan mas Dhani, Gus Dur, dan Soekarno. untuk jawabannya, bisa mas Dhani kirim ke email saya pribadi. matur suwun.
NKRI HARGA MATI!
Untuk membuktikan absahnya status kehabiban seorg, salah satu caranya bs kita cek ke Rabithah Alawiyah, sebuah organisasi yg bertugas khusus utk mencatat silsilah daripada dzuriat Baginda Nabi SAW.
Habib rzieq tu gimna lo